menu 1

Wednesday, 17 July 2013

Jangan Pernah Menyakiti Wanita


Seringkali wanita menangis karena pria, entah karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan.

Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita.

Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan.

Tak mau terlibat dalam emosi yang negatif, iapun sujud dan berdoa, meminta pertolongan pada Tuhan.

“Tuhan, mengapa sih wanita sering menangis? Aku bosan dan jenuh melihat dan mendengarnya,” keluh pria itu.

Jawab Tuhan kepadanya:

“Karena wanita itu unik. AKU menciptakannya tidak sama seperti kamu. Ia adalah makhluk yang istimewa.

KU kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anakmu kelak.

KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman.

KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.

KU teguhkan pribadinya untuk terus berjuang saat yang lain menyerah.

KU beri naluri untuk tetap menyayangi walau dikhianati dan disakiti oleh orang yang disayangi.

KU hembuskan kasih sayang agar ia bisa mencurahimu dengan perhatian.

KU buat matanya lentik karena ia akan menjadi jendela kedamaian.

KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetap mengingat indahnya dunia.

KU buat tangannya terampil untuk menjagamu agar tak pernah kekurangan.

Tapi jika suatu saat ia menangis.

Itu karena AKU memberikannya air mata untuk membasuh luka batin dan memberikan kekuatan yang baru. Bukanlah sebuah tanda kelemahan dan kekalahan.”

Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk dan diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. “Aku akan membantumu menghapus luka batin itu…”

Jadi, jangan pernah menyakiti wanita.

Sumber : http://iphincow.com
READ MORE - Jangan Pernah Menyakiti Wanita

Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun


Ketika sore sepulang kerja seorang suami melihat isteri yang tertidur pulas karena kecapekan bekerja seharian di rumah. Sang suami mencium kening isterinya dan bertanya, ‘Bunda, udah shalat Ashar belum?’ Isterinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami, ‘sudah yah.’ Isterinya beranjak dari tempat tidur mengambil piring yang tertutup, sore itu isterinya memasak kesukaan sang suami.

‘Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan ayah.’ Piring itu dibukanya, ada sepotong kepala ayam yang terhidang untuk dirinya.

Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Isterinya bertanya, ‘Ayah, kenapa suka makan kepala ayam padahal aku sama anak-anak paling tidak suka ama kepala ayam.’ Suaminya menjawab, ‘Itulah sebabnya karena kalian tidak suka maka ayah suka makan kepala ayam supaya isteriku dan anak-anakku mendapatkan bagian yang terenak.’

Mendengar jawaban sang suami, terlihat butir-butir mutiara mulai menuruni pipinya. Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ayam begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang tulus kecintaan suami terhadap dirinya dan anak-anak. ‘Makasih ya ayah atas cinta dan kasih sayangmu.’ ucap sang isteri. Suaminya menjawab dengan senyuman, pertanda kebahagiaan hadir didalam dirinya.

Kita seringkali mengabaikan sesuatu yang kecil yang dilakukan oleh sosok ayah kita, namun memiliki makna yang begitu besar, di dalamnya terdapat kasih sayang, cinta, pengorbanan dan tanggungjawab.

Semoga cerita diatas kita bisa mengambil hikmah dengan mencintai setulus hati ayah kita yang telah berkorban untuk anak dan isterinya.

Sumber : http://iphincow.com






READ MORE - Jangan Remehkan Kebaikan Sekecil Apapun

Wednesday, 3 April 2013

10 Kesalahpahaman Tentang Sukses

Kesalahpahaman 1
> Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar
> belakang, pendidikan, dan
> lain-lain.
> Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan.
> Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian
> melakukan sesuatu untuk
> mencapainya.

Kesalahpahaman 2
> Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
> Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan
> kesalahan sebagaimana kita
> semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan
> kesalahan itu untuk kedua
> kalinya.

Kesalahpahaman 3
> Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam
> (70, 80, 90...) seminggu.
> Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya
> anda bekerja.
> Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang
> benar.

Kesalahpahaman 4
> Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan
> aturan.
> Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap
> situasi membutuhkan cara
> yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus
> mengikuti aturan, tetapi di
> saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5
> Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
> Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat
> vakum.
> Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang
> lain dapat membantu
> keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak
> sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6
> Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
> Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.
> Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan,
> pengetahuan, dan
> penerapan.

Kesalahpahaman 7
> Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
> Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak
> keuntungan yang diberikan
> oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan
> anda.

Kesalahpahaman 8
> Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
> Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak
> orang dan pengakuan dari
> orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi,
> meskipun hanya anda sendiri
> yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9
> Sukses adalah tujuan.
> Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih
> tujuan dan goal anda.
> Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka
> ajukan pertanyaan "atas
> hal apa?"

Kesalahpahaman 10
> Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
> Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan.
> Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun
> sebagaimana anda alami di
> masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda
> raih dan hidup setiap
> hari sebagaimana adanya.


> (diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions About Success", Jim M. Allen)
READ MORE - 10 Kesalahpahaman Tentang Sukses

Belajar dari Awan

Hari itu satu pekan panjang yang penuh dengan kesibukan mengajar
keliling negeri telah kulewati sekali lagi. Seperti biasa aku ingin
menikmati situasi santai dalam penerbangan pulang, membaca yang
ringan-ringan, bahkan memejamkan mata beberapa menit bilamana sempat.
Kendatipun demikian, aku mencoba menerima apa pun yang akan terjadi.

Maka biasanya aku mengucapkan doa pendek berikut: Siapa pun yang
Kautakdirkan duduk di sebelahku, biarlah ia seperti apa adanya, dan
bantulah aku agar dapat menerima apa pun yang tersedia bagiku.

Pada hari yang khusus ini, ketika aku masuk ke dalam pesawat, ternyata
seorang anak kecil, sekitar delapan tahun, duduk pada kursi dekat
jendela di sebelahku. Aku menyukai anak-anak. Namun, aku sedang merasa
lelah. Naluri pertamaku adalah, 'Apa boleh buat, aku tak tahu nasibku
kali ini.' Dengan berusaha bersikap ramah, aku menyapanya dan
mengajaknya berkenalan. Ia menyebutkan namanya, Bradley. Kami langsung
mengobrol dan, hanya dalam beberapa menit, ia menaruh kepercayaan
kepadaku, dengan berkata, "Ini pertama kali saya naik pesawat. Saya agak
takut."

Ia bercerita kepadaku bahwa ia dan keluarganya baru menjenguk
sepupu-sepupunya, dan ia diminta tinggal lebih lama sedangkan
orangtuanya pulang terlebih dahulu. Kini ia pulang sendirian, dengan
pesawat terbang.

"Naik pesawat itu keciiil," kataku, berusaha menumbuhkan keyakinannya.

"Mungkin dapat dianggap salah satu yang paling mudah di antara yang
pernah kaulakukan." Aku diam sejenak, untuk berpikir, dan kemudian aku
bertanya kepadanya, "Pernahkah kau naik roller coaster?"
"Saya senang naik roller coaster!"
"Pernahkah kau menaikinya tanpa berpegangan?"
"Oh, ya. Saya seneng sekali." Ia tertawa. Sementara aku berpura-pura
ketakutan.

"Pernahkah kau naik di depan?" tanyaku lagi dengan wajah pura-pura
merasa ngeri.
"Ya. Saya selalu berusaha mendapatkan tempat duduk paling depan!"

"Dan kau tidak merasa takut?"
Ia menggelengkan kepalanya, tampaknya ia kini telah merasa berhasil
mengimbangi aku.

"Sesungguhnyalah, penerbangan ini tidak seberapa dibanding naik roller
coaster.
Aku tidak berani naik roller coaster, tapi aku tidak takut sama sekali
bila naik pesawat terbang."

Seulas senyum mulai tampak pada wajahnya, "Betulkah itu?" Aku dapat
melihat bahwa ia mulai berpikir bahwa mungkin ia memang pemberani.

Pesawat mulai ditarik menuju ke ujung landasan. Dan ketika akhirnya
pesawat itu meluncur naik, ia memandang ke luar jendela dan mulai
bercerita dengan sangat bersemangat tentang segala yang dialaminya. Ia
mengomentari bentuk-bentuk awan yang dilihatnya, dan gambar-gambar yang
seolah-olah telah dilukis di angkasa. "Awan yang ini seperti kupu-kupu,
dan yang itu kelihatan seperti seekor kuda!"

Tiba-tiba, aku juga melihat melalui mata seorang anak usia delapan
tahun. Rasanya seolah-olah aku baru pertama kali itu terbang.

Belakangan Bradley bertanya tentang pekerjaanku. Aku bercerita tentang
pelatihan yang kuselenggarakan, dan mengatakan bahwa aku juga
membintangi iklan untuk radio dan televisi.

Matanya langsung bersinar. "Saya dan adik saya pernah menjadi bintang
iklan televisi."

"Oh, ya? Bagaimana rasanya?"

Ia bercerita bahwa pengalaman itu sangat mengesankan.

Kemudian ia berkata bahwa ia perlu ke kamar kecil.

Aku berdiri agar ia dapat keluar ke gang. Saat itulah aku melihat alat
penguat pada kedua kakinya. Bradley beringsut-ingsut menuju ke kamar
kecil di belakang.

Ketika ia duduk kembali, ia menerangkan, "Saya menderita distrofi otot.
Adik perempuan saya juga - ia bahkan harus memakai kursi roda. Itu
sebabnya kami menjadi bintang iklan. Kami dijadikan contoh untuk
anak-anak yang menderita distrofi otot."

Waktu pesawat mulai turun, ia memandang kepadaku, tersenyum, dan bicara
dengan nada yang agak-agak malu, "Tahukah Anda, saya betul-betul
khawatir tentang siapa yang akan duduk di sebelah saya di pesawat. Saya
takut ia orang yang ketus, yang tidak mau bicara dengan saya. Saya
senang bisa duduk bersebelahan dengan Anda."

Ketika mengenang seluruh pengalaman itu pada malam harinya, aku
diingatkan tentang untungnya bersikap terbuka. Setelah sepekan penuh
menjadi pengajar, begitu selesai aku justru menjadi siswa.

Sekarang setiap kali aku merasa suntuk - dan itu cukup sering - aku
memandang ke luar jendela dan mencoba menebak bentuk awan yang terlukis
di angkasa.
Dan aku teringat dengan Bradley, anak istimewa yang mengajariku
pelajaran itu.


(Joyce A. Harvey - Chicken Soup for the Unsinkable Soul)
READ MORE - Belajar dari Awan

Kerja itu . . .

1. Kerja itu suci, kerja adalah penggilanku, aku sanggup bekerja benar

2. Kerja itu sehat, kerja dalah aktualisasiku, aku sanggup bekerja keras

3. Kerja itu rahmat, kerja adalah terima kasihku, aku sanggup bekerja tulus

4. Kerja itu amanah, kerja adalah tanggung jawabku, aku sanggup bekerja tuntas

5. Kerja itu seni/ permainan, kerja adalah kesukaanku, aku sanggup bekerja kreatif

6. Kerja itu ibadah, kerja adalah pengabdianku, aku sanggup bekerja serius

7. Kerja itu mulia, kerja adalah pelayananku, aku sanggup bekerja sempurna

8. Kerja itu kehormatan, kerja adalah kewajibanku, aku sanggup bekerja unggul.


1. Kerja adalah rahmat, aku bekerja tulus penuh syukur

2. Kerja adalah amanah, aku bekerja benar penuh tanggung jawab

3. Kerja adalah panggilan, aku bekerja tuntas penuh intregritas

4. Kerja adalah aktualisasi, aku bekerja keras penuh semangat

5. Kerja adalah ibadah, aku bekerja serius penuh kecintaan

6. Kerja adalah seni, aku bekerja kreatif penuh suka cita

7. Kerja adalah kehormatan, aku bekerja tekun penuh keunggulan

8. Kerja adalah pelayanan, aku bekerja sempurna penuh kerendahan hati
READ MORE - Kerja itu . . .

9 Rahasia orang yang sukses

1. Sukses adalah rancangan Tuhan , jadi jangan pernah menyerah untuk
meraih sukses yang Tuhan sediakan.
2. Sukses tidak datang begitu saja, tidak hanya dengan berdoa tetapi
disertai dengan bekerja. Juga bukan hanya bekerja saja tetapi harus
disempurnakan oleh doa.
3. Sukses selalu diawali dengan langkah belajar, jangan pernah
menyerah selama proses belajar itu.
4. Sukses butuh perjuangan,kerja keras, kerajinan & ketekunan. Orang
berjiwa sukses tidak suka mengeluh tapi berusaha selalu untuk
memperbaiki keadaannya.
5. Sukses butuh campur tangan Tuhan karena masa depan kita ada di
tanganNya.
6. Sukses butuh kecekatan kerja, jangan sampai kehilangan kesempatan
untuk meraih sukses , don't waste your time !
7. Sukses tidak hanya menjadi bagian segelintir orang, tapi menjadi
hak setiap orang yang mau berjuang untuk mendapatkannya.
8. Sukses diawali dari mimpi,hasrat dan harapan tapi jangan hanya
bermimpi untuk menjadi sukses, raih sukses itu sekarang dengan mulai
bertindak, walaupun itu hanya sebuah tindakan kecil !
9. Sukses orang lain dan sukses kita mungkin membutuhkan waktu, cara,
dan jalan yang mungkin berbeda, jadi jangan silau dengan kesuksesan
orang lain . so be your self.
READ MORE - 9 Rahasia orang yang sukses

Arti Memiliki

Pacaran itu suatu hal yang mengesankan dan 'harus dipertahankan' jika memang
sudah sepadan. Seperti kata kata berikut: cinta tak pernah akan begitu
indah, jika tanpa persahabatan.. yang satu selalu menjadi penyebab yang lain
dan prosesnya.. adalah irreversible.

Seorang pecinta yang terbaik adalah sahabat yang terhebat. Jika engkau
mencintai seseorang, jangan berharap bahwa seseorang itu akan mencintaimu
persis sebaliknya dalam kapasitas yang sama. Satu diantara kalian akan
memberikan lebih, yang lain akan dirasa kurang. Begitu juga dalam cinta:
engkau yang mencari, dan yang lain akan menanti.

Jangan pernah takut untuk jatuh cinta.. mungkin akan begitu menyakitkan, dan
mungkin akan menyebabkan engkau sakit dan menderita.. tapi jika engkau tidak
mengikuti kata hati, pada akhirnya engkau akan menangis.. jauh lebih pedih..
karena saat itu menyadari bahwa engkau tidak pernah memberi.. cinta itu
sebuah jalan.

Cinta bukan sekedar perasaan, tapi sebuah komitmen. Perasaan bisa datang dan
pergi begitu saja. Cinta tak harus berakhir bahagia.. karena cinta tidak
harus berakhir.

Cinta sejati mendengar apa yang tidak dikatakan.. dan mengerti apa yang
tidak dijelaskan, sebab cinta tidak datang dari bibir dan lidah atau
pikiran.. melainkan dari HATI.

Ketika engkau mencintai, jangan mengharapkan apapun sebagai imbalan, karena
jika engkau demikian, engkau bukan mencintai, melainkan.. investasi.

Jika engkau mencintai, engkau harus siap untuk menerima penderitaan. Karena
jika engkau mengharap kebahagiaan, engkau bukan mencintai, melainkan..
memanfaatkan.

Lebih baik kehilangan harga diri dan egomu bersama seseorang yang engkau
cintai daripada kehilangan seseorang yang engkau cintai, karena egomu yang
tak berguna itu.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga,karena bunga mati kala musim
berganti, cintailah mereka seperti samudra, sebab samudra mengalir
selamanya.

Cinta mungkin akan meninggalkan hatimu bagaikan kepingan-kepingan kaca, tapi
tancapkan dalam pikiranmu, bahwa ada seseorang yang akan bersedia untuk
menambal lukamu dengan mengumpulkan kembali pecahan-pecahan kaca itu.
Sehingga engkau akan menjadi utuh kembali.
READ MORE - Arti Memiliki